Jalan – Jalan Ke Kuala Lumpur (weekend Getaway) Hari Kedua: Bank Negara Malaysia Museum & art gallery, Bukit Bintang dan Taman Eco Rimba

Hallo semuanya! Masih melanjutkan cerita jalan-jalan ke Kuala Lumpur (Jalan – Jalan Ke Kuala Lumpur (weekend Getaway) Hari Pertama : Hostel, Putrajaya dan NU Sentral). Di hari kedua ini, itinerary gue jalan-jalan ke museum Bank & Art gallery, bukit bintang dan Taman Eco Rimba. 2 tujuan wisata tersebut (kecuali Bukit Bintang) belum pernah gue datengin. Lumayan kan sore-sore main ke hutan buat relaxing hehehe.

Untuk sarapan hari ke-2, gue milih tempat makan arab/india yang ada di samping hotel. Restaurant yang kalau lu ke Kuala Lumpur banyak banget dah sejenis itu. Gue orangnya ga makan sarapan banyak,  jadi sama seperti kemarin gue makan roti cane dan minum the Tarik hangat aja. Dan gue bukan tipe traveling yang selalu cari tempat makan yang ngehits, biasanya cari tempat makan selewat tempat wisata yang mau dikunjungi aja hehehe

Bank Negara Malaysia Museum & art

Cara ke sana : dari KL sentral naik KMUTER tujuan Bank Negara station kemudian jalan kaki 800 meter.

IMG_4674
source:google

Bank Negara Malaysia Museum & art ini pada intinya museum tentang sejarah perekonomian dan bank negara Malaysia yang di gabungkan dengan museum seni lukisan. Gedung Bank Negara Malaysia Museum & art ini bagus banget dari luar. Udah menggunakan konsep art yang pake kaca semua gitu. Nah, gedung ini kebagi 2, satu museum dan 1 lagi perpustakaan. Karena gue ke sininya hari minggu, perpustakaannya tutup.sad

IMG_4675

Gue tiba di Museum ini sekitar jam 11 siang, dan kondisinya tidak begitu rame (rame pas sekitar jam 12 siang, ada rombongan kaya ibu-ibu PKK gitu deh hahaha). Museum ini terdiri dari 5 atau 6 lantai gitu gue lupa sih pastinya. Setiap lantainya mempunya tema museum beda-beda gitu, dari tentang perekonomian, bank Malaysia, sejarah dan seni lukisan.

Processed with VSCO with al1 preset
tangga ikonik di museum

Nah, menurut gue ya, museum ini pinter dalam menyusun apa yang harus ada di museum yang targetnya adalah seluruh kalangan. Yaitu :

  1. Di sini ada museum untuk anak-anak, sehingga yang berkeluarga bisa bawa anaknya ke sini,
  2. Yang suka sejarah pasti akan datang ke sini.
  3. Yang ga suka sama sejarah tapi mau liat yang instagramable, ditaro museum seni (lukisan di lantai paling atas dan bangunan museum ini sendiri pun dibuat semenarik mungkin.)
  4. Yang pasti museum ini masuknya tidak bayar, alias gratis. Pasti banyak kan yang mau datang heheh.

Untuk Jam buka museum ini sekitar jam 10.00 sampai 18.00. untuk yang lupa sarapan atau butuh cemilan, di lobby museum ini ada café yang jualan kopi dan roti sandwich kok, perut pun tetap terjaga hehehehe.

Masih butuh lebih banyak informasi tentang museum ini?  bisa cek ke website resminya aja ya klik di sini

DSC03872
kubik-kubik kaca

BUKIT BINTANG

Cara ke sana: Dari Bank Negara kembali lagi ke KL sentral kemudian dari KL sentral Naik MRT atau Monorail.

Selesai jalan-jalan di musem sekitar jam 2 siang, gue memutuskan untuk pergi ke Bukit Bintang untuk ngadem (panas coy diluar hahaha) dan cuci mata sekalian makan siang. Bukit Bintang itu menurut gue kaya tempat paling pas buat orang-orang pada mau belanja. Itu mall berderet banyak bener dan ada toko-toko yang diluar mall juga banyak ya lord.

Oia, untuk ke Bukit Bintang dari KL sentral itu palin mudah naik monorail. Tapi kenapa gue milih naik MRT? Nah gue terakhir ke Kuala Lumpur kayanya 2-3 tahun lalu deh. Nah dulu, MRT di Kuala Lumpur masih dibangun (bukan berarti MRT dibangun, Kuala Lumpur ga ada transportasi ya. Kereta di Kuala Lumpur itu ada 3 yaitu : 1. LRT, 2. monorail dan KMuter). Nah karena sekarang nambah ada MRT, jadi mau cobain deh.

Perlu dicatat, udah pernah cobain MRT di Singapore kan? Kalau udah, MRT di Kuala Lumpur juga sama, sama-sama dibuat bikin kaki jadi capek, karena dibuat panjangan banget jalur jalan kakinya hahaha.

Gue jauh-jauh ke mall Pavilion ujung-ujungnya makan Subway sandwich juga :-(. Ini mah gue cari aja di NU sentral juga banyak hahaha. Pavilion ini kaya gabungan Plaza Senayan dan Sency di Jakarta kali ya. Store pakaian nya semewah plaza senayan tapi ambiancenya ga kaku kaya Plaza Senayan tapi se nyantai Sency (sotoy bener gue ya hahaha).

IMG_0298
subwayyyy

Apakah di sini gue tertarik belanja? Tentu tidak. Karena pas diliat-liat harganya mirip banget sama di Jakarta, jadi tidak usah. 

Taman Eco Rimba

Cara ke sana: dari Bukit Bintang naik monorail, turun di station Raja Chulan dan kemudian jalan kaki sekitar 1 KM.

Processed with VSCO with l9 preset

Taman Eco Rimba ini deket banget sama KL tower. Jadi, kalau mau ke KL Tower ya sekalian saja ke Taman Eco Rimba ini. Taman Eco rimba ini berada di pusat kota coy, PUSAT KOTA! Yang mengingetkan gue sama Hype park di Sydney atau Central park di New York. Maksudnya, di tengah kota ada hutan gitu heheheh.

IMG_4678
source:google

Soalnya gue pikir-pikir, kenapa di Jakarta ga bisa ada hutan di tengah kota kaya gitu ya? karena penasaran akhirnya googling dan jawabannya ya karena kontur tanahnya juga beda. Anak muda! 

Taman Eco Rimba ini ukurannya kecil bener menurut gue. Baru sampe, jalan bentar udah pintu keluar (boong deng, ga sekecil itu juga). Tapi meskipun kecil, Hutan ini sangat enak banget untuk didatengin sebagai tempat santai dan tempat foto-foto.

Taman eco rimba isinya bukan hutan yang bisa buat tiduran, atau piknik keluarga gitu ya. Jadi, Taman eco rimba ini terdiri dari pohon-pohon besar dan kita jalan kaki menyusuri hutan tersebut menggunakan jalur jembatan gantung (ribet banget ngegambarinnya coy, liat aja potonya ya ). Jadi ketika masuk ke Taman eco rimba, kaya lagi didatarin tinggi, nanti kita jalan kaki melewati jembatan gantung yang makin lama, makin turun gitu.

IMG_0281
mandatory photo

Nah, kalau datang sendiri ke sini dan mau poto-poto diri kita yang bagus, rada susah sih. Karena ribet aja minta tolongnya hahahah. Tapi semua itu tidak ada yang tidak mungkin, sodara-sodara. Untuk masuk ke Taman eco rimba ini tidak dipungut biaya, alias gratis! Tis, tis, tisssss. Enak kan. Ke museum gratis, ke sini gratis lagi hahaha.

TEMPAT OLEH-OLEH COKLAT ATAU MILO

Gue anaknya jarang bener beli oleh-oleh buat orang rumah dan buat gue sendiri. Alesannya? Karena nenteng-nentengnya yang ribet. Padahal pulangnya dapat bagasi, tapi males bener nunggu bagasi di bandara Soekarno lama banget.

Nah, untuk beli oleh-oleh makanan, biasanya gue beli di supermarket di mall NU Sentral dan Mydin. Untuk di Supermarket, kita bisa liat makanan lain seperti bahan-bahan dapur, makanan cemilan di Kuala lumpur, dan lainnya.

Nah kalau di Mydin, buset emang buat khusus coklat kali ya. Banyak banget pilihan coklat di sini. Gue juga beli milo sachetan di sini. Entah kenapa, susu milo dari Kuala Lumpur ini lebih enak dari pada milo di Jakarta loh, entah tau kenapa ya. Makanya kalau ada yang ke Kuala Lumpur biasanya gue nitip beliin susu milo hahaha.

Oia perlu diingat, mydin itu adalah toko peralatan dan makanan  gitu ya, jadi jangan kanget aja ada mydin yang jualan peralatan rumah tangga hahaha. Karena pas gue dateng kok isinya peralatan dapur semua, mana coklatnya mana??? Ternyata salah gedung mydin haha.

Mydin yang gue datengin adalah mydin di dekat Masjid Jamek. Jadi naik LRT dari KL sentral, turun di station Masjid Jamek (cuma 2 station). Dari station Masjid Jamek, jalan kaki sekitar 400meter. Kalau dateng ke sini minggu malam, bakalan ketemu sama pasar malam di daerah masjid jamek. Lumayan nyobain cemilan di pasar malam Kuala Lumpur.

Kembali ke Airport

Nah, setelah 2 hari bisa melepaskan kejenuhan kerjaan di Kuala Lumpur, saatnya untuk kembali ke Ibu kota yang dicinta dan dibenci, yaitu Jakarta (emot). Untuk ke Airport dari KL sentral (atau sebaliknya) terdapat 2 cara, yaitu naik kereta express atau bus.

Untuk masalah ini, harus kita liat masing-masing kelebihan dan kekurangannya :

  1. Naik Kereta express : harga mahal sekitar 300ribu rupiah sekali jalan Tapi kalau lagi ngejar waktu atau lagi buru-buru, lebih baik naik kereta aja karena lebih pasti tibanya.
  2. Naik Bus di KL sentral : harga sekitar 80-100 ribu rupiah sekali jalan. Di gunakan yang tidak sedang lagi dikejar-kejar waktu dan punya sparetime banyak, karena kita ga tau jalannya macet apa ga hehehe

 

Karena gue yang pertama ga diburu-buru waktu, jadinya memilih untuk naik bus saja (padahal mah karena uang pas-pas-an hahaha)

Sekian dulu cerita tentang weekend getaway di Kuala Lumpur ya, jika ada yang mempunyai referensi tempat wisata atau tempat makan yang enak di Kuala Lumpur, bisa loh kasih tau kita dengan cara tulis di kolom komen. Happy weekend.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s